KERETAKAN DALAM SKENARIO

1016 Kata

BRAKKKK! Kaca tebal itu retak, membentuk pola fraktal yang menyilaukan di bawah lampu studio. Nathaniel tidak berhenti. Ia menghantamkan kursi besi itu sekali lagi dengan sisa tenaganya. Pada hantaman ketiga, kaca itu pecah berkeping-keping, jatuh ke lantai studio seperti hujan kristal yang tajam. Nathaniel melompat melewati bingkai kaca yang hancur, mengabaikan goresan di telapak tangannya. Ia menerjang ke arah kursi induksi. “Hana! Hana, buka matamu!” Nathaniel menyambar kabel-kabel sensor di pelipis Hanaelle, menariknya putus secara paksa. Ia tidak peduli jika tindakannya merusak peralatan medis bernilai miliaran rupiah itu. Ia melihat busa di mulut Hanaelle mulai menipis, namun napas istrinya itu pendek dan tersengal. Di ruang kontrol, Vivian berdiri mematung. Wajahnya yang tertut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN