Yasmine menatap laki-laki di depannya dengan sorot penuh harap. Namun dilihatnya Damar masih saja setia dengan keterdiamannya, membuat Yasmine diliputi rasa cemas. “Yas…” kata laki-laki itu lirih. “Ya?” Entah kenapa Yasmine merasakan firasat tidak baik. “Apa menurut kamu cinta itu penting dalam suatu pernikahan?” tanya Damar sambil menatap Yasmine dalam. Yasmine mengerutkan dahinya bingung. “Tentu. Suatu pernikahan akan awet kalau ada cinta di dalamnya.” “Oh ya?” respon Damar tanpa minat sembari sesekali menyeruput kopinya pelan. “Selama ini aku belum pernah merasakan cinta satu kali pun. Aku nggak mengerti cinta itu seperti apa dan selama ini aku selalu menganggap kalau cinta itu bullshit,” kata Damar sambil menatap lurus perempuan di depannya. Yasmine masih berusaha untuk mencer

