Lily kembali ke kantor pada hari yang seharusnya menjadi hari cutinya. Meskipun secara fisik ia sudah beristirahat total—tidur panjang yang dipaksakan oleh Ethan Blackwell—secara mental, ia adalah puing-puing trauma. Setiap langkahnya menuju sayap eksekutif terasa berat, seolah ia membawa beban moral lima miliar rupiah di pundaknya. Ia telah menghabiskan pagi itu di apartemennya, menatap blazernya yang robek dan berpikir. Keputusannya bulat: jika ia tidak bisa lari secara fisik, ia harus lari secara mental. Ia harus membangun benteng, dinding setinggi langit-langit yang terbuat dari formalitas kaku, yang bahkan Ethan—dengan segala dominasinya—tidak akan mampu mendaki. Ia tidak akan memberinya satu pun celah pribadi. Saat Lily melangkah keluar dari lift di lantai eksekutif, ia sudah me

