Lily membaca surel itu. Hanya dua baris, dingin, dan berorientasi bisnis. Tidak ada salam atau penutup. Hanya perintah. "Dia tidak bertanya apakah rapatku lancar, apakah aku lelah, atau apakah aku sudah makan," ujar Ethan, suaranya hampir bergetar karena sedih. "Dia tidak pernah bertanya, 'Bagaimana kabarmu, Ethan?' Dia hanya peduli pada angka di laporan akhir tahun. Aku bahkan tidak tahu di mana dia sekarang." "Kami tidak pernah berdebat, Lily," lanjut Ethan, memejamkan mata. "Kami hanya merundingkan kontrak dan jadwal. Kamu tahu apa yang paling menyakitkan? Ketika aku tidur di ranjang yang sama dengannya, aku merasa lebih sendiri daripada saat aku duduk di ruang rapat sendirian." Dia benar. Victoria adalah monster yang tidak berperasaan, fokus hanya pada keuntungan finansial dan c

