Desya Azzahra Anggara

962 Kata
Namaku adalah Desya Azzahra Anggara, biasa dipanggil Eca. Aku anak kedua di keluarga Anggara. Anak pertama adalah Olla Azzila Anggara. Kak Olla adalah saudara satu-satunya yang aku punya, Kak Olla sudah menikah dengan suaminya yaitu Kak Davin Permana. Aku terlahir dari keluarga yang cukup berada, Papa aku adalah seorang pengusaha terkenal di Jakarta. Nama Papa aku Kevin Pratama Anggara, dan Papa aku mempunyai istri yang cantik tentu saja Mama aku, namanya Rianti Amanda. Tak lupa juga aku memiliki sahabat-sahabat yang setia dan selalu ada buat aku, kami membuat grup yang bernama 'High class'. Kumpulan grup aku ini adalah anak-anak orang berada semua, bukannya kami sombong ya. Hanya saja memang kami anak orang kaya, kami memang telah bersahabat dari kecil, diantara mereka aku paling muda, kami lahir di tahun yang sama hanya saja bulan kami yang beda aku lahir paling akhir bulan 'Desember' hehe. Nama sahabat aku adalah Dwi Putri Angsar, Syahirah Anandita Wijaya, Ronalia Bintang Nasution, Daffa Tamadhika, dan Muhammad Haikal. Aku telah lama bersama mereka sejak kecil, kami selalu masuk di sekolah yang sama dan selalu di kelas yang sama. Kemana pun bersama dan seperti itulah kami bagaikan surat dan prangko yang selalu menempel.                                                                                                      ****  "WHAT? Dijodohin?" "Iya sayang, Mama sama Papa berniat jodohin kamu." Ucap Mama sambil menenangkan Desya. "Tapi Ma, umur aku aja 16 tahun dan aku masih sekolah, apa kata teman-teman aku?" Ucap Desya sambil menangis. "Maaf sayang, ini udah keputusan Papa sama Mama dan kamu tau kan Papa gak bisa dibantah!" Ucap Mama. "Udahlah Eca kamu terima aja ya, lagi pula kamu dijodohkan sama anak teman Papa dan anak temen Papa itu baik dan ganteng." "GAK MA! ECA GAK MAU!!!" Teriak Desya sambil menangis. "Eca, Mama mohon sayang. Perjodohan ini demi mempererat persahabatan keluarga Anggara dan keluarga Rahardian." Mama berusaha membujuk. "Ma ke…nap…pa hiks…kok aku yang di…jodohin hiks." Ucap Eca sesenggukan. "Sayang, gak mungkin kan Mama jodohin Kakak Olla. Kak Olla udah nikah sayang." "Jadi, Mama mohon kamu terima ya, gak ada penolakan lagi. Jadi saat Papa kamu pulang dari Bandung kamu udah setuju dengan perjodohan ini!!!" Ucap Mama sambil meninggalkan Desya di ruang keluarga. "s**t! Kenapa ini terjadi sama gue." Ucap Desya sambil berlalu ke kamar. "Aarrrrggggghhhh!!!" Teriak Desya di kamar, sambil dia duduk dikursi balkon. "Hhhuuuffh…" Desya membuang nafas kasar. "Kenapa? Kenapa ini mesti terjadi sama gue? Kenapa harus gue? Ya Tuhan aku gak ngerti sama jalan pikirannya orangtuaku?" Ucap Desya sambil menghentakkan kakinya. "Apa ini memang jalan yang harus gue lakuin? Apa ini emang takdir gue? Apa ini sudah rencanamu Ya Allah?" Ucap Desya sambil menitikkan air matanya lagi. "Tapi aku masih terlalu muda untuk ini. Aku masih punya cita-cita, aku masih mau bersenang-senang sama sahabatku, ini sangat sulit bagiku." Ucap Desya.   “ddrrrttt ddrrttt” Dwi calling   "Hallo, Eca mbul." Suara Dwi "Hallo, uwiw uwiw." "Ih, lu mah manggil gue gitu mulu. Kesel gue." "Gue suka manggil lu gitu tau, lucu… ahahaha." "Ahh Eca. Oh iya hampir aja gue lupa. Gue telpon lo mau ajak lo makan malam sama anak-anak yang lain." "Makan malam? Emang ada apa lo ajak gue sama anak-anak pada makan? Hmm, gak biasanya lo gini?" Desya bertanya dengan nada curiga. "Gue ituu... emm… gue-" Ucapan Dwi terputus. "Yaelah, Uwi lo napa sih. Daritadi emm... gue... em… gue mulu. Cepet lo mau ngomong apa? Kepo nih gue." Desya pun bertanya dengan nada penasarannya. "Dalam rangka gue jadian sama Daffa!!!" "Hah?! Gak salah denger nih gue. Lo jadian sama Daffa? Hahaha." "Iih… lo apaan sih kok malah ketawa gitu. Gila lo ya?" "Gak gitu Uwi, gue gak nyangka aja lo jadian juga sama Daffa. Jelas-jelas ya lo itu selalu aja nolak dan ngehindarin Daffa. Sekarang aja lo terima dia. Hahaha." "Isss… lu mah… udah ya gue malas jawab sindirian lo itu. Pokoknya nanti malam jam 8, kita kumpul di cafe biasa kita nongkrong. Oke! Awas lo nggak datang." Dwi berucap kesal. "Ya udah bye, uwiw." KLIK   "Hmm... Ya sudahlah sekarang gue siap-siap aja mau makan malam sama temen-temen gue daripada gue jamuran di kamar." Desya pun bergegas menuju kamar mandi yang ada di kamarnya. 10 menit 20 menit 25 menit   Selesai Desya mandi, Desya segera mencari pakaian untuk dia pakai buat makan malam bersama temen-temennya dan pilihannya jatuh kepada dress santai berwarna biru laut yang panjangnya selutut. Sangat pass sekali dengan badan dan kulitnya Desya yang putih. Tak lupa juga Desya berdandan cantik didepan meja riasnya dengan polesan make-up yang sangat tipis dan natural di wajahnya. Sangat cantik sekali Desya malam ini.   "Ma… Mama… Mama dimana sih?" "Iya sayang, Mama lagi di dapur nih." "Mama aku pergi dulu ya sebentar, mau makan malam sama temen-temen aku nih. Udah janjian soalnya." Ucap Desya dengan memamerkan senyum manis ke Mamanya. "Hmm… Oke, Mama izinin tapi jangan malam-malam pulangnya." Ucap Mama sambil mencium pipi Desya. "Yeayy… makasih ya Ma." Ucap Desya sambil mencium punggung tangan Mamanya dan berlalu pergi.   Café "Hi, guys!" Desya bersorak dan duduk disebelah Syahirah. "Hai Eca." Teman-teman Desya dengan kompak menyapa. "Lo lama banget sih." Rona berucap sambil mencubit pipi Desya. Deysa menunjukkan cengirannya, "ya elah sorry ya gengs, tadi gue terjebak macet ibu kota." "Ah elah, bisa ae lu." Haikal berucap. "Btw, pesen makanannya cepet dong lapar gue." Ucap Desya dengan cengirannya. "Heh! Lo baru datang langsung mau makan aja, dasar rakus." Ucap Daffa. "Gak papa kali Daf, mumpung makan gratis nih dalam rangka lo sama Dwi baru aja jadian. So, lo yang bayar, pajak jadian gitu." Ucap Desya yang langsung ditimpali toyoran dari Daffa. "Terserah elu ae lah." Daffa berucap sambil memesan makanan.   Desya pun melupakan kekesalan, kesedihan dan kegelisahannya tentang perjodohan dia dengan anak sahabat papa nya itu dengan bercanda dan tertawa bersama sahababat-sahabatnya.                                                                                             *****       Instagram: wanda.dk_  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN