Eden harus bersusah payah keluar istana menuju ke perbatasan untuk mengeluarkan Andos dari cermin itu. Dia berlari menelusuri hutan dengan cermin di punggungnya yang terikat erat. Meski menjadi rubah putih mempesona, kalau dimalam hari tentu tak terlihat. Lupakan tentang pesona. Sekarang yang terpenting adalah membawa benda yang berada di punggungnya menuju ke perbatasan. “Kenapa harus ke perbatasan?” tempat itu cukup jauh dan membuang waktu. “Karena di sana zona netral.” Andos yang berada di dalam cermin menatap langit yang sangat gelap karena gumpalan awan berwarna hitam. “Irene akan memanggil para iblis. Kau harus bergegas.” Mudah sekali mulutnya berkata, padahal Eden sudah bersusah payah lari tanpa henti. Ini karena benda kuno itu tak bisa di ajak ber-teleportasi. “Ini semua sala

