Sejauh ini, Eden tahu jika raganya yang ada di Alam Manusia menghilang. Tapi bukan berarti keinginannya menjadi manusia sirna begitu saja, malah dia memiliki tekad kuat untuk tetap mencari cermin kuno ajaib itu. Satu hal yang diinginkannya adalah kembali seperti dulu. James sengaja mengungkit raga milik Eden ketika menjadi manusia supaya keinginannya goyah, tapi kalau di amati dari ekspresi wajah dia, semua yang dilakukan sia-sia belaka. Aneh bukan? Itulah yang ada di benak James. Perlahan tapi pasti, temannya itu mulai memiliki perubahan sikap. Padahal wajahnya tadi sempat syok. “Aku kira apa? Ternyata hanya itu,” jawab Eden tersenyum. “Bukankah kau seharusnya menyayangkan tubuhmu dulu?” Awalnya, Eden tak menerima kondisi tubuhnya yang sangat lemah, lambat laun hatinya terbuka. Ede

