Gilbert menatap kosong ke arah ventilasi udara. Entah berapa lama, ia dikurung di tempat dingin itu. Semenjak Mike mengunjunginya, tak ada satupun penjaga yang datang, bahkan menyiksa pun tak pernah dilakukan. Pria itu merasa ada yang aneh dengan situasi yang terjadi. Kenapa Irene berubah begitu cepat, tak menginginkan informasi tentang pelindung itu. Sebenarnya, apa yang terjadi. Masih dalam berbagai pertanyaan dibenaknya, pintu isolasi pun terbuka begitu kasar, sontak ia menoleh dnegan wajah dingin. Dia adalah Alan, sang kepercayaan Irene. Kenapa pria itu datang kemari? “Apa mau mu?” tanya Gilbert dengan santai. Alan menatap rantai yang rusak berserakan di lantai. Sepertinya, kekuatan pria itu sudah pulih? Tapi kenapa dia tak mencoba melarikan diri? “Dengan energi mu, kau bisa kelu

