Bab 88

1389 Kata

Gilbert menutup rapat pintu ruangan yang di masuki, berjalan mendekati dinding, Untung saja, ruangan itu tak berubah sehingga mempermudahnya untuk masuk ke ruangan rahasia. Tanpa pikir panjang lagi, dia meraba sebuah patung, sontak ada benda bergeser ke samping satu meter. Pria itu masuk, lalu pintu itu tertutup kembali. Obor langsung menyala, terdapat jalan setapak menuju ke bawah. Gilbert menuruni tangga dengan perlahan menuju ke bawah tanah. Ternyata, jalan itu berhubungan dengan ruangan rahasia miliknya yang berada di gubuknya sendiri. “Si tua itu, pasti bisa mempererat benang takdir.” Meskipun tindakan itu adalah salah, Gilbert akan berusaha untuk menghindari mala petaka. Nanti kalau peperangan sudah reda, dia akan minta bantuan kepada tetua rubah. Akhirnya Gilbert sampai pada s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN