Eden merasa gagal tak bisa melindungi kawannya yang lain. Perasaan iba yang tak pernah dimiliki oleh siluman lain terlihat jelas diwajahnya. James tahu, kalau sahabatnya sangat menghargai hidup. Kematian mereka untuk pertama kali ketika berada di alam siluman membuatnya berpikir bahwa mereka sangat keji. James berharap Eden tidak memiliki sifat d******i siluman. Untuk itu, menemaninya di sini adalah pilihan yang tepat. Melihat mayat yang mulai menghilang itu, James mulai menutup mulut dan hidungnya sebab bau anyir yang menyebar. Eden masih terbengong tak berkutik sama sekali melihat perbedaan kematian antar siluman dan manusia. “Eden, kita harus pergi dari sini.” “Mereka tidak bersalah, kenapa harus mati?” “Kau tak ada waktu untuk bersedih. Bersikaplah seperti biasa.” James menyere

