Dua Puluh Tujuh

1279 Kata

    Hari pertama Jihan masuk kerja sebagai seorang dengan status baru, dia menerima banyak ucapan selamat dari rekan kantornya. Namun tak sedikit yang malah menggodanya terang – terangan, terlebih anak sedivisinya.     "Ciyeee, sementang penganten baru, masuk ke kantor-pun dianter, mesranya."  Ucap Dito pada Jihan yang baru menginjak satu langkah didepan pintu ruangan diikuti oleh Pandu.     "Eh mbak Han, udah masuk, dianter siapa? Suami? Aduh nyebutnya suami banget ya. Jadi pengen." Adalah Winda yang sekarang sedang klugat-kluget kaya ulet bulu saat melihat Pandu dibelakang Jihan.     "Husss, jangan malu-maluin kalian itu. Masuk Han." Beruntung Aris tidak tertular seperti dua anak piyik itu. "Jadi bakalan hanimun kemana, Mas Pandu?" atau belum.     Bagaimana reaksi Jihan dan Pandu? Mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN