Dua Puluh

1236 Kata

    Disepanjang perjalanan Jihan hanya berdiam diri, dirinya benar – benar gugup kali ini. Bahkan saat Pandu menawarinya untuk mampir makan, Jihan tidak menjawabnya, hingga akhirnya dia hanya bisa mengikuti kemana mau Pandu saja. Saat makan tadi saja Jihan benar – benar tidak menikmati makanannya. Pikirannya sibuk merancang kejadian selanjutnya.     "Han?" Panggil Pandu. "Apapun yang ingin kamu ketahui dari saya, lebih baik tanyakan langsung." Ucap Pandu.     "Kalau aku gak mau tanya, mas juga gak bakal cerita?" Tanya Jihan.     "Mungkin."     "Jadi cewek itu susah mas. Terkadang ada saatnya cewek lebih nuntut kepekaan pasangannya."     "Mungkin, dan aku bukan tipe cowok peka."     Jihan tertawa mendengar ucapan Pandu, yang entah mengapa bisa membuatnya tertawa, “Mas tahu bagaimana h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN