Sembilan Belas

1920 Kata

Olivia berdiri di depan jendela, menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong, menatap langit malam tanpa bintang yang terlihat kelam, persis seperti perasaannya kali ini. Olivia melipat kedua tangannya di d**a, emosi bergelung dalam dirinya setelah Alex dan Laura kembali menemuinya dan menyampaikan mengenai apa yang mereka tamukan. Ekor mata Olivia melirik pada amplop coklat yang berada di atas sofa di dekat jendela, tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Helena... wanita itu benar-benar jahat ternyata. Olivia tidak percaya ada manusia yang benar-benar jahat di dunia ini. Namun, setelah hari ini, Olivia menyadarinya. Derit pintu kamar yang terbuka membuat Olivia menipiskan bibirnya. Kepalanya masih belum mau menoleh sekalipun dia tahu siapa yang masuk ke dalam kamar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN