Setelah insiden pecahan gelas itu, Ara kini berjalan keluar untuk istirahat. Namun tiba-tiba, Malvin mengejutkan Ara dengan menyentuh pundaknya. Ara tentu kaget, karena Malvin datang tanpa suara. "Bisa nggak sih Lo, jalan pakai suara!" Cetus Ara, tetap berjalan menuju ke sebuah tempat. "Lo mau kemana?" Tanya Malvin, mengikuti jejak Ara. Tanpa menjawab, Ara tetap melangkahkan kakinya lurus ke depan. Tak lama kemudian, tibalah mereka di rooftop. "Heh, lo ngga mau bunuh diri kan?" Ujar Malvin, melihat Ara berjalan lurus menuju ujung gedung. "Lo pikir gue secetek itu?" Ara mengelak dengan santai. "Jadi kenapa lo kesini? Lo ngga makan siang di kantin?" Ara menggeleng. Di rooftop ini adalah tempat dirinya menghabiskan bekal makan siangnya. Karena tidak ada teman yang mengajaknya mak

