Pagi ini sedikit berbeda dari pagi biasanya. Ara bersama Malvin menciptakan pagi yang mendebarkan. Demi menghilangkan rasa begah pada perutnya, mereka berdua berjalan mengelilingi taman kota. Disana banyak pula, orang-orang yang melakukan lari pagi karena ini hari minggu. Jantung Ara seolah akan meloncat ketika Malvin menggenggam erat tangannya. Pria itu benar-benar membuang rasa canggungnya. " Gimana perasaan lo kalau gue pegang tangan lo begini? " Tiba-tiba Malvin menghentikan langkahnya, dan menatap lekat Ara. Hal itu terlalu mendadak, hingga membuat Ara menekan salivanya. " Me-menurut lo? " Ara segera mengalihkan pandangannya, karena merasa sangat gugup. Malvin tersenyum tipis, menatap wajah Ayu Ara ~ " Lo gugup! Apa ini artinya, kita punya perasaan yang sama, Ra? " Tutur Malvin,

