Wanita posesif

1159 Kata

Waktu telah berlalu begitu saja dan tanpa terasa. Pagi ini Ara terlihat sedang sarapan sebelum berangkat bekerja. Sejak semalam Malvin belum juga menghubungi dirinya. Namun hal itu tak membuat Ara marah, lagi pula ia bisa bertemu di kantor. Setelah selesai sarapan, tak lupa ia mengemasi bekal makan siang-nya ke dalam tas. Lalu Ara lebih dulu pamit dengan Maria, yang kini sedang mencuci piring. " Aku berangkat ya, bu " tutur Ara, sambil mencium punggung tangan Maria. Pemandangan itu terlihat menyenangkan. Meski Maria bukan Ibu kandungnya, namun Ara sangat menghormatinya. Begitu pun dengan Maria, yang sangat menyayangi Ara. Terkadang Wanita parubaya itu sedih, karena tak bisa memberikan kehidupan yang layak untuk Ara. Tetapi mau bagaimana lagi. Semenjak kakinya mengalami cedera, Maria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN