Beberapa tahun lalu, seorang Wanita berusia 30 tahun, yang bernama Desi Inara telah melakukan kesalahan terhadap Keluarga yang cukup berpengaruh. Akibat kesalahan yang ia perbuat, Desi di tuntut dan di jebloskan ke penjara. Namun baru setahun di dalam penjara, Desi di nyatakan menderita Depresi. Hal itu terjadi karena Desi kerap di siksa oleh anggota napi yang satu sel dengan-nya. Apapun kasusnya, perpeloncoan pasti ada di setiap sel tahanan. Tidak hanya di hajar secara fisik, Desi bahkan di hajar secara mental hingga membuat dirinya terbayang-bayang akan kesalahan yang ia perbuat. Demi mengembalikan kesehatan mental Desi, keluarga korban membawa Desi ke sebuah Rumah sakit jiwa. Namun bukannya berangsur membaik, kondisi Desi justru semakin tak kunjung sembuh. Wanita itu terlalu di

