Bab. 32 Hari kebebasan

1967 Kata

Mentari baru saja bangun dari tidurnya. Sinarnya yang hangat memancar ke segala penjuru alam. Burung-burung tampak menari di dahan pepohonan yang melambai pelan seolah menyambut Sang cahaya kehidupan. Riva menatap taman di hadapannya dengan perasaan jenuh dan badmood. Belakangan ini jiwa mudanya bergelora. Ia ingin sekali pergi hiking atau hang out dengan teman-tamanya. Bukannya Riva tidak bahagia menjalani pernikahannya bersama Alex. Apalagi mereka sudah dikaruniai seorang anak yang tampan dan mengemaskan. Sehingga rumah tangganya terlihat harmonis. Namun, sekarang Riva sedang berada dititik jenuhnya. Ia sangat bosan karena merasa hidup bagai di dalam sangkar emas. Bahkan untuk belanja bulanan dan keperluan pribadinya semua serba online. Jadi tidak ada alasan baginya untuk keluar dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN