Slice 113

2114 Kata

Gayatri merasa tidak nyaman dengan tatapan heran ibunya. Ia pun kemudian segera meletakkan crepes yang Angkasa berikan di atas meja nakas. Dan ia langsung menggiring Angkasa keluar dari kamar Kaba sekarang juga. Angkasa terkejut, tapi ia menurut saja. Gayatri membawa Angkasa cukup jauh. Hingga mereka menemukan bangku untuk duduk. Gayatri duluan duduk di sana, diikuti oleh Angkasa. "Mas kok bisa tahu kamarnya adik saya, sih?" tanya Gayatri segera. "Sebenarnya tadi nggak tahu juga. Tapi aku coba telusuri aja. Soalnya kan area penyakit dalam ini juga nggak terlalu luas. Untung aja, pintu kamarnya adik mbak nggak tertutup rapat tadi. Jadi, saya bisa lihat Mbak di dalam situ. Baru deh saya ketuk pintu. Nggak sopan kalau saya langsung dorong pintunya. Yang ada nanti saya dikira mau melakukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN