“Awalnya sama saja dengan keadaanku yang sekarang. Keduaorangtuanya keberatan menerimaku karena aku duda dengan tiga anak. Ingin mendapatkan simpati, aku mengarang cerita … ya … aku nggak perlu menjelaskan cerita yang aku karang karena kamu sudah tahu.” Sindi mengangguk. Harja yang sebelumnya menyebar berita bohong bahwa Nindya telah berselingkuh dan menyiksa batinnya setiap hari. Cerita ini tentu mengundang iba keluarga Puspa dan mau menerimanya, lagi pula Harja saat itu bukan orang sembarangan, dan dia menjabat posisi tinggi di Rukmana. “Mama dan papanya merestui, apalagi mereka memiliki dendam dengan ayah Tirta mengenai tanah luas di pusat kota Jakarta, yang dimenangkan pihak Tirta. Mereka mendukungku karena aku bisa memanipulasi dan memperkaya keluarga Puspa.” “Jadi, tidak sepenuhn

