Bab 244. Masalah yang Serius

1110 Kata

Licin milik Nindya begitu terasa di ujung jari-jari Tirta saat menyentuhnya, membuat Tirta b*******h dan ingin sekali segera melakukan penyatuan sempurna sore ini. Tapi dia belum mau terburu-buru, masih memeluk erat perut Nindya. Begitu pula dengan Nindya yang ikut b*******h, membiarkan tangan suaminya bergerilya di balik dalamannya. Dia menoleh ke belakang dan merengek ingin berciuman. “Oh, enak, Mas.” “Kamu tambah nakal, Nin.” “Aw.” Nindya menjerit senang saat Tirta meremas bokongnya gemas, dan dia tertawa renyah. Tirta menggeram, senang dengan gairah istrinya, dia membalikkan tubuh Nindya ke hadapannya, memeluknya dan mengangkatnya ke atas meja rias. “Kamu rindu aku, ‘kan?” Tirta bertanya sambil membuka lebar kaki Nindya, lalu menunduk di depan Nindya, dan membenamkan wajahnya di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN