“Mau ngomong apa, Bayu. Kok kayaknya serius banget.” Nindya duduk di hadapan Bayu. Dia menduga Bayu mungkin mengeluhkan soal pernikahannya dengan Chelsea yang tidak lama lagi. Setelah laporannya selesai dan disetujui dosen pembimbing, Bayu akan mendapatkan keterangan lulus kuliah. Dia dipinta untuk cepat menikah tanpa menunggu proses wisuda di beberapa bulan mendatang. “Soal Cakra dan Naomi, Ma.” Dahi Nindya mengernyit heran. “Ada apa dengan mereka berdua.” “Hm … terlalu dekat, Ma.” Nindya mendengus tersenyum, Cakra dan Naomi memang sangat dekat dan menurutnya wajar-wajar saja. Dia sering mendengar celoteh Naomi yang bercerita tentang hebatnya Cakra yang selalu membelanya dari anak-anak laki-laki yang iseng kepadanya. Naomi sangat bergantung kepada Cakra. “Kamu itu, Yu. Kedekatan mere

