Bab 186. Harapan Nindya

1128 Kata

Meskipun kecewa Harja pergi meninggalkannya sendiri di apartemen, Sindi merasa sangat bahagia dan tenang, karena Harja yang sepenuhnya menerima dirinya dalam hidupnya. Dia berdiri di belakang pintu apartemennya yang tertutup, memandang ruang tamu dan melihat ke arah sofa, dia masih mengingat momen duduk berduaan di sana dan sentuhan hangat tangan Harja di pinggangnya. Sindi menarik napasnya dalam-dalam, mencoba menghirup sisa aroma badan Harja yang masih tertinggal. Sindi tidak segera masuk ke dalam kamar, memilih duduk di sofa, sambil mengingat sosok Harja yang dulu dia benci. Dia juga tidak menyukai Puspa yang malas-malasan saat bekerja di kantor. Mantan istri Harja itu jarang mau bekerja dengan tim, selalu bekerja sendiri, dan tidak mau dilibatkan dalam sebuah kerjasama. Sindi adalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN