Bab 173. Sebal Sindi

1022 Kata

Tirta dengan sengaja memperlambat proses tanda tangan agar dia, Razak dan Samsul bisa lebih lama menggoda Sindi. “Sin, usia kamu itu sudah kepala tiga dan belum menikah, sudah harus memikirkan pasanganlah. Nikah itu bagian dari ibadah, biar kamu merasakan indahnya punya pasangan, disayang-sayang, dicinta, dilayani,” ujar Razak. “Ya, saya memang memikirkan pasangan, Pak Razak. Tapi ya jangan sampai sama pak Harja. Saya sudah tahu track recordnya. Bapak saja tahu dia itu bagaimana,” ujar Sindi kesal. Dia tidak suka dijodoh-jodohkan dengan Harja. “Sindi. Harja itu sudah berubah, jauh lebih baik sekarang. Dia tidak seperti dulu,” imbuh Tirta. “Halah, nanti balik lagi ke asal sifatnya. Dia, ‘kan lagi susah-susahnya sekarang, ya wajar dia baik sekarang.” “Kamu apa nggak tertarik nanti jadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN