Tirta tidak bisa lagi menahan Nindya yang berjalan cepat menuju Puspa yang berontak sambil terus mengoceh. Nindya geram karena dirinya ikut diseret-seret. “Apa? Hm? Aku tahu kamu bekerja sama dengan mantan suamimu untuk menghancurkan Tirta dan menguasai Rukmana? Iya, ‘kan?” teriak Puspa ke Nindya yang memandangnya dengan wajah kesalnya. Teriakan Puspa sangat kuat, sehingga semua yang masih di dalam gedung terperangah mendengar ucapannya. Nindya menyuruh dua laki-laki berbadan tegap itu melepas cekalannya, membiarkan dirinya berhadapan dengan Puspa. Puspa menertawai Nindya dan hampir meludah ke wajahnya, tapi dengan cepat Nindya menampar kuat pipi Puspa, sehingga ludahnya terlempar ke atas lantai. Puspa hendak membalas, tapi Nindya sungguh kuat mencekal kedua tangannya hingga Puspa merin

