"Selamat pagi Om," suara maskulin yang terdengar sopan itu mengalun bagai nada indah. "Mau apa kamu?!" Bukannya menjawab dengan nada yang sama, orang yang dipanggil 'om' itu malah meninggikan suaranya. "Mau ketemu ca- eh anak-anak Om." Orang itu Revan. Dua hari lalu pulang dari rumah sakit saat sudah sembuh total. "Tadi ca apaan itu?" Tanya Bram menyelidik. "Calon istri Om, ehh. Aduhh." Revan merutuki dirinya yang kelepasan bicara di depan calon mertuanya itu. "Calon istri?" Ulang Bram meremehkan. "Eh itu Om anu aduh ya ya gitu deh." Revan gugup. Tentu saja, ditanya dengan nada suara terkesan dingin dan diberi tatapan mengintimidasi. "Papa…," pekikan suara lucu nan imut terdengar. “Huft. Kamu menyelamatkan papa mu ini nak, dari singa jantan. Ups.” Revan bersyukur dalam h

