Kepulangan Revan sesuai dengan rencana sebelumnya. Hari ini, Ia memantapkan hati untuk kembali dan tentu saja bertemu dengan dia. Di antar opa dan omanya. Sebenarnya Ia tak tega untuk meninggalkan mereka. Apalagi melihat wajah sedih omanya. Tapi memang ini keputusannya kan? Berjam-jam berada di dalam burung besi membuatnya bosan dan lelah. Ingin sekali segera sampai dan merebahkan diri di ranjang empuk miliknya. Setelah menunggu lama, akhirnya pesawat mendarat juga pada bandara internasional Soekarno-Hatta. Melegakan sekali. Dan terlihatlah sahabat baiknya itu tengah duduk dan memainkan ponsel. Ya, yang menjemput Revan adalah Cello. Orang rumah tak ada yang tau, surprise katanya. Lebih dari satu jam berada di mobil, tibalah mereka di rumah Revan. Rumah penuh kenangan. Cello tak mampi

