"Aku mencintaimu, Aldrich…" "Aku sangat menginginkan mu…" Angela mengusap air matanya, betapa bodoh nya dia mengungkapkan perasaannya kepada Aldrich. Seolah membenarkan semua tuduhan Aldrich padanya selama ini. "Nama baik apa yang kau bicarakan Angela?" "Sebelum aku menjadi CEO perusahaan ini, satu perusahaan mengatakan bahwa kau sekretaris kesayangan Ray Alexander, bahkan banyak bukti yang membuat semua orang percaya bahwa kalian memiliki hubungan khusus. Kau melakukan semuanya demi uang, hah?! Nama baik apa yang sedang kau bicarakan? Sekretaris seksi nan penggoda yang mampu memberikan kepuasan kepada bosnya?!" Angela menutup kedua telinganya dengan telapak tangan seraya menggeleng dalam tangis. Sudah beberapa hari berlalu dan kata-kata itu seolah memperoloknya, bahkan saat dia ingi

