“Aldrich, apa yang kau lakukan?” tanya Angela merasa risih karena Aldrich terus mengambil alih apa yang dia kerjakan. “Kau tidak boleh membawa berkas-berkas ini, sayang. Nanti kau bisa kelelahan, bagaimana jika kau terjatuh? Oh, aku tak ingin terjadi apa-apa denganmu dan kandungan mu...” ucap Aldrich seraya berlalu memasuki ruangannya. Angela mendengus kesal seraya mengikuti Aldrich memasuki ruangan pria itu dan menutupi pintunya dengan hempasan kasar. “Aldrich, hentikan omong kosong mu, aku tidak hamil!” teriak Angela sesuka hati mengingat ruangan bosnya ini kedap suara. Aldrich berkedip menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, “Angela, sini...” ucap pria itu mengulurkan tangan padanya. Diiringi dengan dengusan napasnya kasar Angela berjalan mendekati Aldrich yang du

