Aldrich memijat kepalanya yang terasa sangat pening, menarik dasinya hingga terlepas seraya memasuki mobilnya. George sialan benar-benar mencari perkara dengannya, beruntung mereka berhasil mendapatkan sewa alat berat yang mereka butuhkan dari perusahaan alat berat lainnya. Meskipun masih kurang 2 unit dari yang semestinya, yang terpenting proyek hari ini tetap dapat berjalan seperti yang seharusnya. Menatap ponselnya, berakhir dengan hembusan napas kasar. Seharian ini, Angela mengabaikan telepon dan pesan teks yang ia kirimkan perihal dia terpaksa pulang sedikit terlambat dari yang mereka janjikan. “Bagaimana dengan Angela?” tanya Aldrich pada supir pribadinya. Pria paruh baya itu mengangguk samar, “Beberapa pelayan disana telah dikirim padanya sore tadi, mereka sudah membawa semua b

