Aldrich hendak menggendong tubuh Angela yang ambruk, namun kedua tangan wanita itu mencengkram kemeja nya seraya mendongakkan kepala menatapnya tajam. Angela pun meringis, "Aaah kepala ku rasanya akan terlepas…" sungut nya menatap Aldrich tajam. "Aldrich Stupid Spanos, apa kau tidak dengar, hah?! Aku mencintaimu, aku sangat menginginkan mu!" teriak Angela menarik rahang tegas Aldrich dan menyatukan bibir mereka. Ciuman yang aneh dengan aroma vodka yang sudah jelas tidak nikmat, tapi memabukkan, sama seperti Aldrich. Selalu membuatnya marah, tapi selalu membuatnya mabuk hingga pasrah. Aldrich berdeham seraya melirik kearah bartender itu hingga pergi meninggalkan mereka berdua dan menutup pintu ruangan private bar yang paling sering Aldrich gunakan untuk melepas penat. "Mmmhh… I lov

