Sudut bibir wanita cantik itu perlahan tertarik saat kedua matanya terbuka, mengusap wajahnya berakhir bertopang dagu. Menatap wajah tampan Aldrich yang masih terlelap dalam tidurnya. Pria yang tak henti membisikan kata-kata cinta padanya disela pecinta mereka malam tadi. Angela membawa telunjuknya menyusuri hidung bangir Aldrich perlahan, “Good morning...” bisiknya pelan. Aldrich terlihat begitu lelah dan nyenyak seperti orang yang sudah lama tak tertidur dengan lelap. Apakah pria itu bermimpi tentangnya? Tentang hubungan mereka yang baru saja terjalin semalam. Dirinya dan Aldrich, dua makhluk Tuhan yang pernah merasakan pahit manis cinta di masa lalu, pernah hancur berkeping-keping perihal cinta dan penghianatan. Mereka dua orang yang pernah memiliki trauma masa lalu dan kini, mere

