Cuph! “Aldrich...” desis Angela menatap tajam kearah Aldrich yang tak henti mengecup bibirnya berulang kali. Cuph! “Aldrich!” teriak Angela melotot marah, namun Aldrich hanya tertawa seperti orang bodoh dan tetap mengecup-ngecup bibirnya yang sedang sibuk memasangkan dasi pria nakal itu. Bahkan kini tangan Aldrich memeluk erat pinggang ramping Angela dan memberikan usapan seduktif pada tubuh mungil nan seksinya yang berbalut setelan kantornya. “Cuph! Akh!” teriak Aldrich kala Angela mengencangkan dasinya hingga lehernya tercekik. “Berhenti bermain-main, Aldrich! Bahkan kau belum membaca jurnal mu untuk rapat hari ini!” bentak Angela memukul d**a bidang pria itu kesal karena tangan nakal Aldrich hendak menyingkap rok spannya. Menyengir tanpa dosa, “Aku hanya ingin memastikan b

