“Angela...” “Yes, Mr. Spanos?” tanya Angela sembari sibuk dengan komputer lipat diatas pangkuan nya itu. “Love...” panggil Aldrich lagi dengan matanya yang tak henti memperhatikan kekasihnya yang berkali-kali le lipat lebih cantik saat memasang tampang serius dengan kedua matanya yang terbingkai kacamata itu. “Yes, Love?” jawab Angela mendesah lega saat diagram yang diperlukan dalam rapat berhasil dia selesaikan. “You’re so beautiful, Angela...” puji Aldrich sembari berdecak kagum. Angela tersenyum seraya mengangkat dagunya menatap Aldrich yang memberikan senyuman manis padanya, “Yes, I know that, babe. I was so beautiful before you knew me.” ucapnya disertai dengan lengkungan matanya bak anak anjing yang lucu. “Ck! Narsis sekali...” gumam Aldrich membuat Angela menarik rahang tegasn

