Kabur dari Rumah sakit

3495 Kata

Sishi membuka matanya perlahan, nampak olehnya langit langit berwarna putih bersih dengan beberapa lampu tanam yang menyala, gadis itu lalu melihat ke arah jendela, sudah terang artinya malam sudah berganti pagi. Gadis itu lalu menatap ke arah sofa yang ada di ruangan VVIP itu, rasanya tidak seperti di kamar rumah sakit tapi di sebuah kamar hotel berbeda jauh dengan saat dulu dirinya terkena demam berdarah dan harus di rawat di rumah sakit. Ruangan yang di isi oleh Beberapa pasien itu sangat tidak nyaman, jangan kan pendingin udara, kipas angin saja hanya ada satu dan menempel di ujung lorong Selasar. Sishi mengerutkan kening karena sosok wanita yang ada di atas sofa itu bukan ibunya tapi seorang gadis muda yang tampak sedang fokus memainkan ponselnya. "Din," panggil Sishi membuat Di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN