Sishi mengulum senyum malu saat menyadari jika dirinya begitu nyaman dalam pelukan Adrian, beruntungnya mereka duduk di kursi paling ujung restoran Jepang yang tidak terlalu ramai itu. "Kenapa senyum senyum gitu?" tanya Adrian sambil menatap wajah Sishi yang memerah, rasanya sedikit panas dari kedua pipi bahkan menjalar sampai ke hati. "Aku malu, Om peluk peluk aku di sini, ntar kalau ada yang liat gimana?" tanya Sishi sambil melirik ke kanan dan ke kiri tapi pandangannya justru luput dari seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari depan, dari kursi ujung yang paling jauh dari tempat duduk mereka. Adrian tersenyum geli mendengarnya, "yang meluk duluan kan kamu, kok jadi nyalahin Om?" "Ih, jelas jelas tadi Om yang meluk duluan!" protes Sishi dengan suara tertahan tidak ingin or

