Adrian spontan berdiri dari duduknya mendengar apa yang Sishi katakan lelaki itu berdiri tegang meski merasa lemas tetapi menatap kedua bola mata jernih berbingkai bulu mata lebat dan lentik itu mengerjap beberapa saat membuatnya tidak bisa berkata apa apa, terlebih pagi hatinya sedang merasa aneh, seperti ada gulungan ombak tsunami yang datang membawa keresahan hanya karena beberapa kalimat yang Sishi ucapkan tadi. "Sekali lagi terima kasih buat semua kebaikan Om Adrian, terima kasih buat kesempatan yang udah Om kasih aku janji nggak akan nyia nyiain kesempatan itu dan sekali lagi aku mohon maaf buat semua kesialan yang udah Om alami karena aku," pungkas Sishi, Adrian masih tercengang mendengarnya seperti seseorang yang seketika kehilangan kepandaiannya Adrian kesulitan mencerna kata k

