Winda melotot, tak terima dengan perkataan Rakasya yang berani berkata seperti itu. Entah kenapa perasaannya jadi tak enak. Dia takut, Rakasya tahu kebusukannya selama ini. Hal ini tak boleh terjadi. Rakasya tak boleh menggagalkan rencananya sebelum semua rencananya berhasil. Rakasya sebenarnya membahas soal dana kantor yang dimainkan oleh Winda serta Ronald. Dia sama sekali tidak mengetahui kehidupan gelap istrinya sendiri. Karena kekurangan Winda di mata pria itu hanya satu, Winda tak bisa mengurus keluarga, terutama kedua anak mereka yang masih masa pertumbuhan. "Maksud kamu apa, sih, Mas?" Winda mau memperjelas semuanya agar dia lebih tenang. "Udahlah, nanti aja kita omongin. Aku mau ajak anak-anak berenang. Kalau kamu mau kita kelihatan harmonis di mata Mamah aku. Ganti baju renang

