Ronald sampai di rumah penyekapan yang dia tinggalkan begitu saja. Dia baru ingat kalau meninggalkan Bian tanpan mengunci pintu terlebih dahulu. Namun, saat melangkah memasuki kamar tawanannya, Bian tak ada di sana. Ronald mencari ke semua kamar, sampai ke lantai dua, tetapi tak juga tampak apa yang mau dia cari. "Argh! Sial! Siapa yang berani lepasin Bian?!" Ronald meremas kepalanya. Dia padahal melakukan semuanya dengan hati-hati, termasuk menyewa rumah ini menggunakan nama orang lain. Ronald turun ke lantai satu, matanya menatap ke bawah dan dia berhenti melangkah kala menyadari banyak sekali jejak sepatu yang masuk ke rumahnya dan semua itu masih basah. Ronald kembali keluar rumah dan melihat ke halaman depan. Benar, dia baru menyadari kalau ada jejak roda mobil basah yang baru saja

