Happy reading Ali pov Ruangan yang besar kini terlihat sangat sempit. Istriku kini tengah berdiri didepan kami. Tepatnya aku, papa , amel,dan ricky. Kini kita berada didalam ruangan papa mertuaku. Dia sangat marah, mukanya sudah seperti malaikat pencabut nyawa. Maklum, wanita hamil akan lebih sensitive. Dia merasa jika kita mempermainkan dia, karena tidak mengikut sertakannya dalam misi ini. "Kenapa semua pada diam ajah., gak ada yang jelasin ke prilly. Oke prilly pergi ajah kalo gitu.!!! Ancamnya pada kami. "Eeeh, jangan gitu dong hunny. Kita memang salah, tapi ini semua juga demi kebaikan kamu. "Mana ada salah demi kebaikan. Skak mat... kalo sudah adu mulut sepertini lebih baik aku diam. Salah-salah. Malah beneran dicerai ntar. "Hahahah, dokter songong dimarahim istrinya lang

