"Prisilliya sakura maharani, apa yang sedang kamu lakukan!!!.
"Loe.. Ngapain loe tarik-tarik gue!!.
Pekik ku keras kepada pria yang tengah menarik ku hingga jatuh kepelukannya. Ya jatuh ke pelukan lelaki yang dari awal kuliah ngejar-ngejar aku. Ricky septama, cowok yang gak pernah berhenti untuk menarik perhatian aku.
Dan sekarang lihat, dua cowo yang suka seenaknya kepada ku kini tengah saling bertatap tajam. Aku tak tahu kenapa mereka bisa saling tukar pandang seperti itu. Seperti harimau yang tengah mendapat mangsanya. Aku rasa aku tak melakukan kesalahan apapun saat ini.
"Prilly kamu mau kemana??". Teriak mereka berdua saat aku hendak masuk kedalam kelas. Sebenarnya ada apa sih dengan mereka ini.
"Pak ali, sekarang sudah waktunya bapak mengajar jadi saya harus segera masuk kedalam kelas".
"Apa yang kamu lakukan dengan lelaki ini ??". Kini tatapan tajamnya beralih kepada ku.
"Dia??. Tunjukku yang langsung mendapat anggukan dari kepalanya.
"Saya hanya mau masuk kedalam kelas, tapi cowok ini menarik saya sehingga saya terjatuh". Lanjut ku, Dia pun mengeritkan keningnya seperti tak lega dengan jawabanku.
"Kamu ini mahasiswa tidak punya sopan santun, main tarik dan peluk-peluk di area kampus".
Heei apa dia tidak sadar jika dia barusan juga menarik ku, kini aku seperti kekasih yang ketahuan selingkuh dan dua cowok di depanku kini tengah memperebutkan aku. Lihat semua yang ada di kelas melihat ke arahku. Ralat ke arah kita bertiga.
"Apa urusannya dengan loe, gue hanya ingin memanggil prilly. Gue ada perlu ama dia".
Ya tuhan kini ricky menarik ku kembali kesampingnya. Sebenarnya ada apa sih antara mereka berdua ini. Kenapa jadi aku ngerasa seperti bola yang tengah diperebutkan lalu dimasukkan kedalam gawang.
"Udah deh Ricky, kalo mau ngomong nanti ajah. aku juga mau ada kelas sebentar lagi". Ricky pun mengangguk tanda setuju, tetapi tidak buat pak Ali.
"Kamu fikir sopan ngomong dengan seorang dosen seperti itu, sebaiknya kamu pergi kelas, kelas saya akan segera dimulai". Balas pak ali dengan kuat menarik tanganku. Kuat sekali hingga aku merasa sedikit kesakitan.
Dia pun melanjutkan langkahnya sambil tetap menggenggam tanganku, sampai di didepan kelas semua mahasiswi terdiam melihat kelakuan dosennya yang bak dewa yunani kini tengah menggandeng seekor itik buruk rupa. Kubiarkan saja sampai dia sadar dan melepaskan tanganku.
Dan benar saja setelah sampai didepan mejanya dia melepaskan tanganku yang sudah memerah karena kuatnya genggamannya. Aku pun segera pergi meninggalkan dia yang hendak ingin mengatakan sesuatu kepadaku.
Aku tak perduli, yang penting aku belajar, dan kuliah yang benar. Dan supaya bisa menjadi dokter spesialis penyakit dalam yang hebat.
Seperti Cita-citaku selama ini, tentunya setelah lulus disini aku akan melanjutkan kuliahku sebagai dokter spesialis. german, negara yang sangat ingin aku singgahi.
"Prilly, kamu tidak mendengarkan saya bicara".
Hah,, aduh mati aku. Keasikan ngelamun sampai lupa jika dosen itu sedang menerangkan sesuatu.
"Saya dengar pak, hanya saja".
"Sekarang coba kamu jelaskan. Apa yang disebut dengan maag kronis ??". tanyanya dengan nada yang sedikit kesal.
Oke, aku pun berdiri dan menatapnya angkuh. Memang loe bisa ngerjain seorang ketua senat. Kutarik dalam-dalam nafasku lalu kuhembuskan dengan pelan.
"Maag merupakan salah satu penyakit gangguan pencernaan yang disebabkan karena terjadinya peradangan pada organ lambung atau tukak lambung. Peradangan ini biasanya karena luka yang dapat menimbulkan rasa perih atau sakit pada ulu hati.
Maag kronis juga dapat didefinisikan sebagai gangguan pencernaan yang terjadi akibat terjadinya iritasi pada selaput lendir pada lambung yang disebabkan oleh produksi asam lambung.
"Bukankah maag dibagi menjadi dua, maag akut dan maag kronis. Lalu apa yang membedakan. Tanyanya yang tak mengalihkan pandangannya dariku.
"Namun, yang membedakan keduanya adalah gejala maag kronis bisa timbul secara menahun, sedangkan maag akut memiliki gejala yang mendadak yang terjadi hanya sementara waktu dan dalam waktu yang singkat". Jawabku dengan mantap.
Namun penyebab maag kronis merupakan semua hal yang dapat menimbulkan kerusakan pada ketahanan selaput organ lambung, diantaranya adalah :
Konsumsi bahaya alkhohol,
Produksi zat asam yang terlalu berlebih pada organ lambung,
Penggunaan beberapa jenis obat-obatan seperti anti-Inflamantory Drug (NSAID),
Infeksi yang disebabkan oleh bakteri helicobakter pylori , yaitu sutatu bakteri yang hanya terdapat pada organ lambung yang cara kerjanya adalah dengan mengganggu fungsi usus dua belas jari.
Mengkonsumsi makanan yang asam maupun bahaya makanan pedas,
Pola makan yang tidak teratur,
Kondisi psikologis seseorang seperti stress fisik atau frustasi
Disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan seperti anemia pernisiosa, refluks empedu kronis. Dan Degenerasi lapisan perut terutama bagi orang-orang yang lansia". Lanjutku.
"Apa yang menyebabkan gangguan tersebut bisa disebut kronis. Tanyanya lagi padaku.
Ooh tuhan, belum cukup apa penjelasanku yang panjang sekaligus lebar.
" gangguan maag dikatakan kronis apabila intensitas rasa sakit yang timbul lebih dari sakit maag pada umumnya. Dalam beberapa kasus, maag kronis bisa mengakibatkan penderitanya mengalami muntah darah, maupun penurunan berat badan yang drastis.
Gejala yang ditimbulkan maag kronis bisa bervariasi, diantaranya adalah rasa mual dan perasaan ingin muntah yang terjadi dengan intensitas yang lumayan sering.
Mual merupakan perasaan yang tidak nyaman yang terjadi pada perut sebelum terjadinya muntah. Hal ini biasanya disertai dengan berkeringat, meningkatnya produksi air liur, serta terjadinya kontraksi secara ritmis pada otot-otot perut.
"Jika itu terjadi kepada seorang wanita yang sudah menikah, tak banyak dokter yang salah prediksi dengan mendiagnosa pasien dengan asumsi jika pasien tengah hamil. Apa perbedaannya mual karena hamil atau mual karena penyakit dari maag??. Lanjutnya lagi semakin mengintimidasi ku.
"Bapak ini mau ngetes saya atau bapak malas menjelaskan, seharusnya hal sekecil ini tidak perlu dijelaskan lagi pak !!!" Sentakku yang membuatnya semakin meradang.
"Kamu !! Teriaknya keras. Suaranya pun menggema di seluruh ruangan ini. Tak ku hiraukan tatapan tajamnya dan pandangan dari sekelilingku.
"Prill, loe gila ya". Bisik amelia disebelah ku. Aku hanya diam tak mengalihkan pandanganku dari dosen itu.
"Keluar kamu dari ruangan saya sekarang juga !!". Pekiknya keras.
Aku pun berdiri dan membawa tas ranselku. Kulangkahkan kakiku keluar melewati dosen itu. Dan kututup pintu kelas dengan kencang.
Seenaknya saja kepadaku, aku sudah menjelaskan secara detail tapi masih dicerca dengan pertanyaan. Kalo memang tidak suka denganku ya sudah jangan memancing emosiku saja.
Aahhhh,, dasar dosen m***m bikin emosi saja.
"Aduhhh.. Aawww. Teriak seseorang dari arah depanku. Aku celingak celinguk mencari asal suara tersebut. Bukan karena apa-apa, aku tak sengaja menendang batu kecil di depan kolam. Ya kini aku tengah berada di taman belakang kampus, taman belakang memang taman favoriteku. Tempat yang sangat asri dan rindang, kita bisa melihat kolam dengan bentuk seperti danau buatan yang sangat bersih.
"Hey, kamu yang menendang batu ini ??". Tanya seseorang, sepertinya suara lelaki. Aku menoleh ke sampingku, dan ternyata...
"Ma..maaf gue gak sengaja". Aku pun mendekat kearahnya. Dan kulihat keningnya sedikit merah, apa kena batu kecil sampai seperti itu.
Aku pun mengambil aroma teraphy yang selalu kubawa didalam tas ku. Ku oleskan sedikit ke keningnya yang memerah. Ya tuhan mahluk seperti apa ini, begitu tampan. Wajahnya manis sekali.
Hfuuu..
"Sudah kali ngolesnya, udah gak papa kok". Ditiupnya muka ku yang tengah cengo di depannya. Aah bikin turun pasaran nih.
"Ah.. ehm. Maaf ya gue beneran gak sengaja tadi". Ucapku memelas sambil menampilkan muka baby face ku kepadanya.
"Gak papa kok, untung cuman kecil coba kalo besar. Bisa langsung hilang ingatan gue". Candanya yang membuatku tersenyum malu.
Nih orang bisa bercanda juga ya, tapi baik banget. Aduuhh, hilang sudah rasa kesalku kepada dosen m***m tadi.
"Lagi gabut yah, jadi nendang-nendang batu gitu ?".
"aahh, enggak siih. cuman lagi kesel ajah baru keluar kelas". jawabku jujur.
"Oia nama gue adam, gue fakultas hukum. Kalo loe siapa ?".
Oow anak hukum, calon pengacara muda yang sangat tampan. bisa kali jadi pengacara pribadi gue.
"Nama gue..."
"Nama gue ali, gue dosen disini".
Whaatttt... Ali
Ali mana nih, ali baba, ali oncom atau ali alian. Tiba-tiba tanganku dihempaskan, dan kutoleh ke sebelah ku. Ngapain nih dosen m***m disini.
"Aku nyuruh kamu keluar bukan malah pacaran sama cowok". Dia menatapkau tajam, kenapa lagi sih nih dosen. Ya allah apa salah hamba.
Aku masih terdiam menatapnya, sepertinya dia benar-benar marah kepadaku. Aku pun tak berani membalas tatapannya.
"Sory, gue hanya ingin tau saja siapa nama cewek yang udah bikin kening gue merah karena lemparan batunya". Jawab adam yang sepertinya tau maksut dari tatapan tidak suka dari pak ali.
" maaf kalo dia udah bikin loe luka, sepertinya juga tidak parah kan".
Adam pun mengangguk dan berpamitan kepada aku dan pak ali, aku masih terdiam tak berani bicara. Karena aku tau pasti saat ini pak ali sedang menatapku.
Kuberanikan diri untuk melangkah pergi, dengan wajah masih menunduk. Tapi ternyata, ada yang menarik tas ranselku.
"Kamu mau kemana, bisa gak sih kamu gak bikin masalah ??.
Lihat orangnya kalo lagi diajak bicara".
Kali ini suaranya sedikit tertahan, menahan amarahnya aku tak tahu. Memang aku salah apa lagi, bukankah aku sudah menuruti kemauannya untuk keluar kelas.
"masalah apa maksut bapak..??". Tanyaku tak terima. Dia pun menghempaskanku. Kasar sekali orang ini.
"Bapak minta saya keluar, dan saya sudah menurutinya. Sekarang salah saya apalagi. Kalo masalah adam tadi, dia ajah biasa ajah kenapa bapak yang kesal". Tanyaku acuh.
"Kamu, bisa gak sih kamu gak menjawab dan membantah omongan aku".
"Memang bapak siapa..?? Sok kenal dan mengatur hidupku".
Aku pun mendekat ke arahnya, semakin mendekat sampai dia terdiam. Pandanganku pun tertuju padanya, ku tatap dia dan terus mendekat ke arahnya.
"Gak seharusnya seorang lelaki kasar dengan seorang wanita. Bapak fikir saya w**************n yang bisa bapak dekati". Kutiup pelan wajahnya yang tampan itu, hingga membuatnya tak berkutik.
Aku pun melangkah pergi meninggalkan dia yang berdiri mematung.
Dan baru selangkah aku pun ikut mematung melihat siapa yang ada didepanku kini, dia tengah memandangku dengan tersenyum. Senyum yang penuh arti, dengan seorang lelaki disebelahnya yang kukenal juga.
"Papa,, ada apa papa kesini ??". Tanyaku kepada lelaki didepanku ini. Ya papaku Dr. Bagus afrizal setiawan, dengan pak gunawan kini tengah memandang diriku. Ralat aku dan pak ali, karena pak ali pun kini tengah berada di sampingku.
Ada apa ini, kenapa aku merasa ada sesuatu hal yang aneh."rupanya kalian sudah sangat dekat seperti ini ya ?". Tanya papaku yang membuatku semakin tidak mengerti.
"Selamat siang Dr. Bagus. sapa pak ali kepada papaku. Dan papaku pun tertawa di iringi dengan pak gunawan.
"Lihatlah gus, ternyata anak kita sudah sama-sama suka sepertinya". Lanjut pak gunawan yang membuatku semakin terkejut, anak?? siapa anaknya??
Dan suka sama suka, haduh kepalaku semakin pusing dibuatnya. Ada apa ini tolong jelaskan sesuatu kepadaku.
"Papa, maksutnya apa ini semua. Papa kenapa bisa kenal dengan pak gunawan".
Lihatlah papaku malah tertawa semakin kencang. "Tanyalah kepada calon suami kamu saja".
Deg..
Calon suami, siapa calon suamiku. Pak gunawan atau pak ali. Tidak mungkin jika pak gunawan karena beliau masih memiliki istri dan anak.
masak iyaa gue dijodohin sama laki-laki seumuran papa ??. atauuu ????