Ethan Reed berdiri di bawah lampu sorot lobi belakang, menyaksikan mobil hitam Diego melesat masuk ke dalam gelap malam, membawa Hazel bersamanya. Napasnya sedikit tersengal dari lari kecilnya tadi. Dia membungkuk, memungut mantel mahalnya yang kini tergeletak di aspal dingin. Jarinya membelai kain yang halus, sebuah senyum masam dan penuh perhitungan muncul di sudut bibirnya. "Diego…" gumamnya pelan, untuk dirinya sendiri, mata cokelat terangnya berbinar dengan rasa ingin tahu yang gelap. "Kita lihat, pria yang selalu patuh dan sempurna itu… sampai sejauh mana kau bisa melawan keluargamu sendiri." Dia tahu betul. Diego Blake hidup dalam sangkar emas yang aturannya ditulis sejak dia lahir. Setiap langkahnya tertata, setiap keputusannya terukur, setiap ketaatannya sempurna. Dia belum pern

