Mereka berdua berlari hingga terengah-engah mengejar perempuan itu, Serena bahkan sudah seperti orang sesak napas saking engapnya. "Kamu tunggu disini, biar aku yang kejar." Lalu tanpa diduga Darel sudah berlari lebih dulu meninggalkannya yang masih mengambil napas, gadis itu tidak bisa berbuat apapun memilih istirahat di tempat saking capeknya, ia jadi heran kenapa penjahat itu tidak capek juga padahal sudah lari jauh. Tak lama kemudian deringan hanphonenya berbunyi menunjukkan nama Kakaknya yang langsung membuatnya tersentak, ia berdehem beberapa kali untuk mentralkan suaranya sebelum mengangkat teleponnya. "Halo?" "Kamu dimana?" "Aku di apartemen." "Aku kesana sekarang." Mendengar itu membuatnya langsung menegak dengan mata melotot. "Eh kenapa?!" tanyanya panik. "Buat memastika

