Sebuah suara dentingan pelan menandakan ada notifikasi yang masuk ke hanphonenya, gadis itu yang sedang bersiap-siap untuk turun jadi mengerjap menemukan satu pesan dari Darel. Terbaca lelaki itu mengajaknya pulang bersama, ia sedikit tertegun ketika membacanya. Belum sempat membalas kembali masuk satu pesan lagi, kali ini dari Segara yang mengatakan tidak bisa mengantarnya pulang karena ada rapat dadakan. Untuk sesaat Riska sampai mengerjap, heran dengan timingnya kenapa pas sekali. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengiyakan ajakan Darel, lagian lelaki itu hanya berniat baik karena ia tetangganya jadi tidak perlu ditolak. Tidak butuh waktu sampai satu menit sebuah balasan kembali hadir yang mengatakan jika lelaki itu menunggu di depan kantor. Riska segera beranjak dari tempat dudukn

