Setelah beberapa saat kedua orang itu akhirnya mengurai pelukannya, tentu saja keduanya sama-sama membuang muka dengan kerlipan canggung. "Ehm t-tadi apa maksudnya?" tanya gadis itu berdehem kaku menahan kikuk, tak lama ia tersadar masih duduk dipangkuan lelaki itu dan segera beranjak buru-buru. Namun sampai beberapa saat lelaki itu tidak mengatakan apapun membuat keduanya jadi saling berpandangan lurus tanpa kata-kata, sungguh Riska tidak paham dengan jalan pikiran lelaki itu, sebenarnya apa yang sedang coba dilakukan lelaki itu dengan segala sikap anehnya. "Kamu mau pulang?" Riska mengerjap, tak lama langsung mengangguk. Tanpa diduga Segara ikut berdiri dari tempatnya, lelaki bertubuh jangkung itu berjalan mengambil kunci mobilnya membuat gadis yang sedang terdiam di tempatnya itu me

