"Kenapa kamu pikir dia pacarku?" Segara jelas kaget, nampak syok sekali dengan perkataan gadis itu tadi. Riska sendiri hanya bisa kicep, mengerjap cepat nampak bingung harus menjawab apa, jadi kesimpulannya selama ini dirinya sudah salah paham? Ia masih belum bisa menerima kenyataan konyol itu. "Kenapa?" Serena yang tadi berdiri lumayan jauh tau-tau ikut mendekat penasaran dengan pembicaraan mereka, Riska jelas langsung menunduk merasa sangat malu jika gadis itu tahu hal ini. "Hanya membahas masalah pekerjaan, kamu pulanglah." "Loh tadi katanya mau nganter aku!" balas Serena mencebik tak terima. Segara diam-diam melirik gadis di sebelahnya yang tengah menunduk itu. "Ada yang mau aku bicarakan dengan Riska, kamu pulanglah sendiri." Serena pun jadi mengerjap, langsung tersenyum jahil p

