Ketika hari pertama ditinggal lelaki itu Riska masih sedikit tenang karena lelaki itu selalu memberinya kabar, namun beranjak ke hari ke dua semakin lama kabar dari lelaki itu pun semakin menghilang membuatnya mulai kepikiran dan puncaknya hari ini lelami itu benar-benar sulit dihubungi. Riska yang biasanya selalu menekankan gengsinya sampai membuang itu semua untuk spam chat Segara hingga meneleponnya. Bukannya ia seperti pacar yang tidak pengertian tapi sekarang kan sudah malam masa lelaki itu tidak memegang hanphonenya sama sekali, minimal chatnya dibalas kek lah ini boro-boro dibalas dibaca pun tidak. "Nih orang sebenarnya ngapain sih sampe susah banget dihubungi!" decaknya kesal. Riska seketika badmood, merengut masam. "Cih dasar lelaki bermulut manis doang, katanya kemarin pasti a

