"Darel?" Lelaki yang terlihat bimbang di depan kamar inap itu tersentak, melihat Serena yang menatap kearahnya membuatnya menipiskan bibirnya gagap. "Kenapa disini aja, ayo masuk kamu mau jenguk Kak Riska kan?" "Itu masih aku ada kerjaan, kebetulan tadi habis rapat di luar aku lewat sini jadi sekalian mampir sebentar." Jelasnya sudah siap-siap akan pergi. Tentu saja gadis itu tidak memercayainya, apalagi ia tadi sempat melihat lelaki ini gelisah di depan pintu. "Udah ayo masuk!" tanpa menunggu persetujuan Darel ia segera menarik tangannya membuat lelaki itu mendelik kaget. "Kak!" sapanya riang, Riska yang sedang berbaring di atas brankar sontak menoleh dan tersenyum lembut. "Loh kalian gak kerja?" "Gampang itumah," balas Serena mengibaskan tangannya enteng. "Gimana keadaan kamu?" D

