Sepeninggal Rendra, Tobias merasa puas karena bisa menggunakan kekuasaannya untuk membuat Rendra meninggalkan mereka berdua. Ia melangkah menuju pintu lalu menguncinya. Ia tak ingin Rendra mengganggu pertemuannya dengan Alea. “Jadi kamu sudah membawa uangnya?” tanya Tobias dengan senyum seringai seakan ada tanduk tak kasat mata muncul di kepalanya. Untuk ke sekian kalinya, Alea mendecak. Ia sudah mempersiapkan mental, tapi ucapan bahkan suaranya setajam pisau yang menusuk daging premium seperti dirinya. “Maafkan aku, tapi aku tidak punya uang sekarang ini,” kata Alea dengan harga diri turun dua level. “Apa?” Tobias mendekatkan telinganya ke Alea seakan ia tak bisa mendengar ucapannya. “Sejujurnya, saat ini uangku hanya dua puluh juta. Kamu pasti tahu kalau mobil omku ditabrak Alphard

