Berdiri di depan rumah kontrakan Mike, Alea sebal karena lelaki itu tidak ada di rumah. Padahal biasanya Mike lebih suka di rumah karena dia anak rumahan. Mendesak sambil mondar-mandir di depan pintu yang terkunci rapat, Alea lagi lagi memijit pelipisnya. Sepertinya hari ini begitu banyak hal buruk terjadi. "Tenang Alea. Mungkin Mike ada keperluan, coba kamu telepon." Rendra berdiri dengan melipat kedua tangan, memandang Alea yang tampak buruk sekali. Allea menghubungi Mike melalui gawainya, sembari menunggu telepon diangkat ia menggigit kuku ibu jarinya. "Halo Mike, di mana kamu sekarang?" "Aku kerja, Kak." "Kerja? kondisiku membaik kamu akan ku panggil lagi." "Sorry Kak, masalahnya aku nggak bisa nunggu lama apalagi tanpa kepastian kayak gitu." "Kok kamu gitu. Kamu enggak percay

